Author Archive for Azrin Ayub

06
Jun
11

70 Kata-kata Bijak dari Orang Terkenal di Dunia

1. Marah itu gampang. Tapi marah kepada siapa, dengan kadar kemarahan yang pas, pada saat dan tujuan yang tepat, serta dengan cara yang benar itu yang sulit. (Aristoteles)

2. Kesakitan membuat Anda berpikir. Pikiran membuat Anda bijaksana. Kebijaksanaan membuat kita bisa bertahan dalam hidup. (John Pattrick).

3. Jangan pernah melupakan apa pun yang dikatakan seseorang ketika ia marah, karena akan seperti itu pulalah perlakuannya pada Anda. (Henry Ward Beecher)

4. Keberhasilan adalah kemampuan untuk melewati dan mengatasi dari satu kegagalan ke kegagalan berikutnya tanpa kehilangan semangat. (Winston Chuchill)

5. Bakat terbentuk dalam gelombang kesunyian, watak terbentuk dalam riak besar kehidupan. (Goethe)

6. Secara teoritis saya meyakini hidup harus dinikmati, tapi kenyataannya justru sebaliknya – Karena tak semuanya mudah dinikmati. (Charles Lamb)

7. Orang yang menginginkan impiannya menjadi kenyataan, harus menjaga diri agar tidak tertidur. (Richard Wheeler)

8. Bila Anda ingin bahagia, buatlah tujuan yang bisa mengendalikan pikiran, melepaskan tenaga, serta mengilhami harapan Anda, (Andrew Carnegie).

9. Kita hanya berfikir ketika kita terbentur pada suatu masalah. (John Dewey)

10. Kesalahan orang lain terletak pada mata kita, tetapi kesalahan kita sendiri terletak di punggung kita. (Ruchert)

11. Yang baik bagi orang lain adalah selalu yang betul-betul membahagiakannya. (Aristoteles)

12. Semua yang riil bersifat rasional dan semua yang rasional bersifat riil. (Hegel)

13. Sebelum menolong orang lain, saya harus dapat menolong diri sendiri. Sebelum menguatkan orang lain, saya harus bisa menguatkan diri sendiri dahulu. (Petrus Claver)

14. Lebih baik bertempur dan kalah daripada tidak pernah bertempur sama sekali. (Arthur Hugh Clough)

15. Hidup adalah lelucon yang baru saja dimulai. (W.S. Gilbert)

16. Orang yang bisa menggunakan dan menyimpan uang adalah orang yang paling bahagia, karena ia memiliki kedua kesenangan. (Samuel Johnson)

17. Kebijaksanaan tidak pernah berbohong. (Homer)

18. Tuhan sering mengunjungi kita, tetapi kebanyakan kita sedang tidak ada di rumah. (Joseph Roux)

19. Seorang pendengar yang baik mencoba memahami sepenuhnya apa yang dikatakan orang lain. Pada akhirnya mungkin saja ia sangat tidak setuju, tetapi sebelum ia tidak setuju, ia ingin tahu

dulu dengan tepat apa yang tidak disetujuinya. (Kenneth A. Wells)

20. Seorang pria sudah setengah jatuh cinta kepada wanita yang mau mendengarkan omongannya dengan penuh perhatian. (Brenden Francis)

21. Kebahagian hidup yang sebenarnya adalah hidup dengan rendah hati. (W.M. Thancheray)

22. 3×25 Watt ≠ 75 Watt

Sebuah bola lampu berukuran 75 watt kelihatan bersinar lebih terang dibandingkan dengan tiga buah bola lampu 25 Watt yang dinyalakan bersamaan.

23. Dari semua hal, pengetahuan adalah yang paling baik, karena tidak kena tanggung jawab maupun tidak dapat dicuri, karena tidak dapat dibeli, dan tidak dapat dihancurkan. (Hitopadesa)

24.  Bila orang mulai dengan kepastian, dia akan berakhir dengan keraguan. Jika orang mulai dengan keraguan, dia akan berakhir dengan kepastian. (Francis Bacon)

25. Cuma sedikit orang yang menginginkan kebebasan, kebanyakan hanya menginginkan seorang tuan yang adil. (Gaius Sallatus Crispus)

26. Tak diinginkan, tak dicintai, tidak diperhatikan, dilupakan orang, itu merupakan derita kelaparan yang hebat, kemiskinan yang lebih besar daripada orang yang tak bisa makan. Kita harus saling merasakan hal itu. (Ibu Teresa)

27. Pengalaman bukan saja yang telah terjadi pada diri Anda. Melainkan apa yang Anda lakukan dengan kejadian yang Anda alami. (Aldous Huxley)

28. Dunia adalah komedi bagi mereka yan memikirkannya, atau tragedi bagi mereka yang merasakannya. (Harace Walpole)

29. Saya percaya kata managing berarti memegang burung dara di kepalan tangan. Kalau terlalu kencang ia akan mati. Tapi bila terlalu kendur, bisa terlepas. (Tommy Lasorda)

30. Sejarah manusia merupakan tanah pemakaman dari kebudayaan-kebudayaan yang tinggi, yang rontok karena mereka tidak mampu melakukan reaksi sukarela yang terencana dan rasional untuk menghadapi tantangan. (Erich Fromm)

31. Kemajuan merupakan kata yang merdu. Tetapi perubahanlah penggeraknya dan perubahan mempunyai banyak musuh. (Robert F. Kennedy)

32. Kita mengajarkan disiplin untuk giat, untuk bekerja, untuk kebaikan, bukan agar anak-anak menjadi loyo, pasif, atau penurut. (Maria Montessori)

33. Tugas dan pendidikan ialah mengusahakan agar anak tidak mempunyai anggapan keliru bahwa kebaikan sama dengan bersikap loyo dan kejahatan sama dengan bersikap giat. (Maria Montessori)

34. Kemampuan menertibkan keinginan merupakan latar belakang dari watak. (John Locke 1632-1704)

35. Kebahagian dari setiap negara lebih bergantung pada watak penduduknya daripada bentuk pemerintahannya. (Thomas Chandler Haliburton 1796-1865)

36. Menyikat lantai dan mencuci pispot sama mulianya seperti menjadi presiden. (Richard M. Nixon)

37. Jangan pernah membanting pintu, siapa tau kita harus kembali. (Don Herold)

38. Diplomat ialah orang yang selalu ingat pada ulang tahun seorang wanita tetapi tidak pernah ingat berapa umur wanita itu. (Robert Frost)

39. Orang yang paling tidak bahagia ialah mereka yang yang paling takut pada perubahan. (Mignon McLaughlin)

40. Kalau manusia berangsur menjadi tua, umumnya ia cendrung menetang perubahan, terutama perubahan ke arah perbaikan. (John Steinbeck)

41. Selama hidup saya yang sudah 87 tahun ini, saya telah menyaksikan serentetan revolusi teknologi. Tetapi tidak satu pun diantaranya yang tidak membutuhkan watak yang baik atau kemampuan untuk berfikir. (Bernard M. Baruch)

42. Pendidikan mempunyai akar yang pahit, tapi buahnya manis. (Aristoteles)

43. Pendidikan mengembangkan kemampuan, tetapi tidak menciptakannya. (Voltaire)

44. Pendidikan yang baik tidak menjamin pembentukan watak yang baik. (Fonttenelle)

45. Setelah makan, pendidikan merupakan kebutuhan utama rakyat. (Danton)

46. Kerendahan hati disukai orang-orang terkenal. Namun orang yang bukan apa-apa sulit untuk rendah hati. (Paul Valěry)

47. Emansipasi merupakan seni untuk berdiri di atas kaki sendiri namun dipeluk tangan orang lain. (Alex Winter)

48. Sebelum menikah saya mempunyai enam teori tentang bagaimana mendidik anak. Kini saya mempunyai enam anak dan tidak mempunyai teori. (John Wilmot, Earl of Rochester 1647-1680)

49. Kebahagiaan itu seperti batu arang, ia diperoleh sebagai produk sampingan dalam proses pembuatan sesuatu. (Aldous Huxley)

50. Dari pesawat terbang yang saya cintai, saya melihat ilmu pengetahuan yang saya puja memusnahkan kebudayaan, padahal saya mengharapkan mereka dimanfaatkan untuk kebudayaan. (Charles A. Lindbergh, Jr.)

51. Harapan adalah tiang yang menyangga dunia. (Pliny the Elder)

52. Alat penghemat kerja yang paling populer sampai saat ini masih tetap suami yang berada. (Joey Adams)

53. Seorang arkeolog merupakan suami yang terbaik yang bisa diperoleh wanita; makin tua si istri, makin besar minat suami terhadapnya. (Agatha Cristie)

54. Saya lebih suka lamunan untuk masa akan datang daripada sejarah masa lalu. (Thomas Jefferson 1743-1826)

55. Jangan memberi nasehat kalau tidak diminta. (Erasmus)

56. Manusia mudah dibohongi oleh orang yang dicintainya. (Molire)

57. Sebelum menulis, belajarlah berpikir dulu. (Boileau)

58. Orang yang berjiwa cukupan, merasa bisa menulis dengan hebat. Orang yang berjiwa besar merasa bisa menulis cukupan. (La Bruyère)

59. Kemenangan yang paling indah adalah bisa menaklukkan hati sendiri. (La Fontaine)

60. Tidak ada yang selembut dan sekeras hati. (G.C. Lichtenberg)

61. Lebih baik mengerti sedikit daripada salah mengerti. (A. France)

62. Orang memerlukan dua tahun untuk berbicara, tetapi limapuluh tahun untuk belajar tutup mulut. (Ernest Hemingway)

63. Penulis buku jarang intelektual. Intelektual ialah mereka yan berbicara tentang buku yang ditulis orang lain. (Françoise Sagan)

64. Orang yang mencemarkan udara dengan pabriknya dan anak ghetto yang memecahkan kaca etalase toko menunjukkan hal yang sama. Mereka tidak peduli pada orang lain. (Dhaniel Patrick Moynihan)

65. Mereka yang bermimpi di siang hari akan lebih menyadari bahaya yang luput dari penglihatan mereka yang mimpi di malam hari. (Edgar Allen Poe)

66. ”Mulai” adalah kata yang penuh kekuatan. Cara terbaik untuk menyelesaikan sesuatu adalah, “mulai”.Tapi juga mengherankan, pekerjaan apa yang dapat kita selesaikan kalau kita hanya memulainya. (Clifford Warren)

67. Saya tak hanya menggunakan semua kecerdasan yang dimiliki otak melainkan juga yang dapat saya pinjam. (Woodrow Wilson)

68. Yang kalah adalah wujud hukuman atas kegagalan. Pemenang adalah penghargaan atas kesuksesannya. (Bob Gilbert)

69. Bila Anda mengatakan apa yang Anda pikirkan, jangan harap hanya mendengar apa yang Anda sukai. (Malcom S. Forbes)

70. Kesulitan itu ibarat seorang bayi. Hanya bisa berkembang dengan cara merawatnya. (Douglas Jerrold)

sumber : terselubung.blogspot.com

30
Mar
11

Sinopsis Film Flipped

Juli Baker (Madeline Carroll) yakin pada tiga hal. Juli yakin kalau semua pohon adalah suci. Juli juga yakin kalau telur-telur yang setiap hari ia kumpulkan dari belakang rumahnya sangat baik untuk kesehatan dan yang terakhir, Juli yakin kalau suatu hari nanti ia akan berhasil mencium Bryce Loski (Callan McAuliffe). Sejak pertama kali melihat Bryce saat ia masih duduk di kelas dua SD, Juli yakin Bryce adalah cinta pertamanya.
Selama enam tahun penuh Juli memegang teguh apa yang ia yakini namun Bryce tak juga melirik. Buat Bryce, Juli adalah cewek yang aneh. Bagaimana tidak, cewek mana yang suku duduk di atas pohon dan memelihara ayam. Selama enam tahun pula Bryce berusaha keras untuk menjaga jarak meski itu bukanlah usaha yang mudah karena mereka bersekolah di tempat yang sama dan rumah mereka pun berseberangan. 

Enam tahun lewat dan tiba-tiba saja semuanya berubah. Bryce mulai bisa melihat Juli sebagai sosok yang menarik sementara sebaliknya, Juli mulai berpikir kalau sebenarnya tak ada yang menarik dari Bryce. Di titik akhir, Juli dan Bryce akhirnya menyadari siapa diri mereka dan apa yang selama ini mereka cari.

14
Nov
10

Algoritma Konversi Infix to Postfix

FirstToken

if EndToken then

output (“Kasus Kosong”)

else

repeat

if isOperand (CT) then

output (CT)

else if CT = ”(“ then

push (CT,S)

else if CT = ”)” then

while S.TOP <> “(“ do

pop (S,OP)
output (OP)

pop(S,OP)

else if isOperator (CT) then

if S.TOP = nil or isGT (CT,S) then

push (CT,S)

else if isEQ (CT,S) or isLT (CT,S) then

pop (S,OP)
output (OP)
push (CT,S)

NextToken (CT)

until EndToken

11
Oct
10

Double Linked List

procedure InsertFirst     (Input /Output L:List, Input P:address )

{I.S.   List L mungkin kosong, P sudah dialokasi, P≠Nil, Next(P)=Nil, Prev(P)=Nil)}

{F.S.  P adalah element pertama list L}

Kamus

Algoritma   :

If First (L) = Nil  then

First (L)  <— P

Last (L)  <— P

Else

Next (P)  <— First (L)

Prev (Next (P))  <— P

First (L)  <— P

 

 

procedure InsertAfter   (Input P, Prec : address )

{I.S.   Prec adalah elemen List L, Prec≠Nil, P sudah dialokasi, P≠Nil, Next(P)=Nil, Prev(P)=Nil)}

{F.S.  P menjadi suksesor Prec}

Kamus

Algoritma   :

Next (P)  <— Next (Prec)

If Next (Prec) = Nil  then

Next (Prec)  <— P

Prev (P)  <— Prec

Last (L)  <— P

Else

Prev (Next (P))  <— P

Next (Prec)  <— P

Prev (P)  <— Prec

 

 

procedure InsertLast      (Input /Output L:List, Input P:address )

{I.S.   List L mungkin kosong, P sudah dialokasi, P≠Nil, Next(P)=Nil, Prev(P)=Nil)}

{F.S.  P adalah element terakhir list L}

Kamus

Algoritma   :

If First (L) = Nil  then

First (L)  <— P

Last (L)  <— P

Else

Prev (P)  <— Last (L)

Next (Prev (P))  <— P

Last (L)  <— P

 

 

procedure DeleteFirst   (Input /Output L:List, Output P:address )

{I.S.   List L tidak kosong, minimal 1 elemen, elemen pertama pasti ada}

{F.S.  menghapus elemen pertama L, P adalah elemen pertama L sebelum penghapusan, L yang baru adalah Next (L), Next (P)=Nil, Prev (P)=Nil }

Kamus

Algoritma   :

<— First (L)

First (L)  <— Next (P)

If  Prev (last (L)) = Nil  then

Last (L)  <— Nil

Else

Prev (Next (P))  <— Nil

Next (P)  <— Nil

 

 

procedure DeleteAfter (Input Prec:address, Output P:address )

{I.S.   List L tidak kosong, Prec adalah elemen list, Next (Prec) ≠Nil }

{F.S.  Next (Prec), yaitu elemen beralamat P dihapus dari List, Next (P)=Nil, Prev (P)=Nil }

Kamus

Algoritma   :

<— Next (Prec)

If  Next (P) = Nil  then

Next (Prec)  <— Nil

Prev (P)  <— Nil

Last (L)  <— Prec

Else

Next (Prec)  <— Next (P)

Prev (Next (Prec))  <— Prec

Prev (P)  <— Nil

Next  (P)  <— Nil

 

 

procedure DeleteLast    (Input /Output L:List, Output P:address )

{I.S.   List L tidak kosong, minimal mengandung1 elemen }

{F.S.  menghapus elemen terakhir dari List, List mungkin menjadi kosong, P adalah alamat elemen terakhir List sebelum penghapusan }

Kamus

Algoritma   :

If  Next (First (L)) = Nil  then

<— First (L)

First (L)  <— Nil

Last (L)  <— Nil

Else

<— Last (L)

Last (L)  <— Prev (Last (L))

Next (Last (L))  <— Nil

Prev (P)  <— Nil

05
Oct
10

Tugas Individu – ADT Garis

/* file        : garis.cpp */
/* ADT garis           */

#include <stdio.h>
#include <math.h>
#include “GARIS.h”
#include “POINT.h”
#include “BOOLEAN.h”

void makegaris(point p1,point p2,garis *l)
/* I.S : p1 & p2 terdefinisi */
/* F.S : l terdefinisi dg l.paw=p1 & l.pakh=p2 */
/* membentuk sebuah garis l dari komponen-komponennya */
{

(*l).paw = p1;
(*l).pakh = p2;
}
/*** selektor garis ***/
point getpaw (garis l)
/* mengirimkan komponen titik pertama dari l garis */
{
return l.paw;
}

point getpakh(garis l)
/* mengirimkan komponen titik kedua dari l garis*/
{
return l.pakh;
}

/* kelompok interaksi dengan I/O device, baca/tulis */
void bacagaris(point p1,point p2,garis *l)
/* makegaris(p1,p2) dari p1 dan p2 yang dibaca */
{
scanf(“%d,%d,&d,&d”,&(*l).paw.x, &(*l).paw.y, &(*l).pakh.x, &(*l).pakh.y );
}

void tulisgaris(garis l)
/* nilai p ditulis ke layar dg format ((x,y),(x,y)) */
{
printf (“(%d %d),(%d %d)”,l.paw.x, l.paw.y, l.pakh.x, l.pakh.y);
}

/* kelompok operasi relasional terhadap garis */
boolean garisEQ(garis l1,garis l2)
/* mengirimkan true jika l1=l2 */
/* l1 dikatakan = l2 jika titik awal l1 = titik awal l2*/
/* dan titik akhir l1=titik akhir l2 */
{
boolean recek;
if ((l1.paw.x == l2.paw.x) && (l1.paw.y == l2.paw.y) && (l1.pakh.x == l2.pakh.x) &&
(l1.pakh.y == l2.pakh.y)){
recek = true;
}
else {recek = false;}

return recek;
}

boolean garisNEQ(garis l1,garis l2)
/* mengirimkan true jika l1 tidak sama dengan l2 */
/* negasi dari fungsi EQ */
{
boolean recek;
if ((l1.paw.x !=  l2.paw.x) && (l1.paw.y !=  l2.paw.y) && (l1.pakh.x !=  l2.pakh.x) &&
(l1.pakh.y !=  l2.pakh.y)){
recek = true;
}
else {recek = false;}

return recek;
}

/* kelompok menentukan dimana l berada */

boolean isgarisonsbx(garis l)
/* menghasilkan true jika l terletak pada sumbu x */
{
boolean recek;
if (l.paw.y == 0 && l.pakh.y == 0) {
recek = true;
}
else {recek = false;}

return recek;
}

boolean isgarisonsby(garis l)
/* menghasilkan true jika l terletak pada sumbu y */
{
boolean recek;
if (l.paw.x == 0 && l.pakh.x == 0) {
recek = true;
}
else {recek = false;}

return recek;
}

int kuadrangaris(garis l)
/* menghasilkan kuadran dari l (dimana paw dan pakh berada) */
/* precondition: l tdk terletak pd slh satu sumbu */
{
int kwad;

if (((l.paw).x > 0) && ((l.pakh).x > 0) && ((l.paw).y > 0) && ((l.pakh).y > 0))
{kwad = 1;}

else if (((l.paw).x < 0) && ((l.pakh).x < 0) && ((l.paw).y > 0) && ((l.pakh).x > 0))
{kwad = 2;}

else if (((l.paw).x < 0) && ((l.pakh).x < 0) && ((l.paw).y < 0) && ((l.pakh).x < 0))
{kwad = 3;}

else if (((l.paw).x > 0) && ((l.pakh).x > 0) && ((l.paw).y < 0) && ((l.pakh).x < 0))
{kwad = 4;}

return kwad;
}

/* kelompok predikat lain */
boolean isgaristegaklurus(garis l1,garis l2)
/* menghasilkan true jika l tegak lurus l1 */
{
boolean recek;
float g1,g2,gt;
g1 = (l1.pakh.y – l1.paw.y)/(l1.pakh.x – l1.paw.x);
g2 = (l2.pakh.y – l2.paw.y)/(l2.pakh.x – l2.paw.x);
gt = g1*g2;
if (gt == (-1)) {
recek = true;
}
else recek = false
return recek;
}

boolean isgarissejajar(garis l1,garis l2)
/* menghasilkan true jika l sejajar terhadap l1 */
{
boolean recek;
float g1,g2;
g1 = (l1.pakh.y – l1.paw.y)/(l1.pakh.x – l1.paw.x);
g2 = (l2.pakh.y – l2.paw.y)/(l2.pakh.x – l2.paw.x);

if (g1 == g2) {
recek = true;
}
else recek = false
return recek;
}

/* kelompok operasi lain */

garis g_mirrorof(garis l,boolean x,boolean y)
/* menghasilkan salinan l yang dicerminkan */
/* tergantung nilai sbx dan sby */
/* jika x bernilai true, maka dicerminkan terhadap sb x */
/* jika y bernilai true, maka dicerminkan terhadap sb y */
{

if ( x == true ){
l.paw.x = -(l.paw.x);
l.pakh.x = -(l.pakh.x);
}
else if ( y == true ) {
l.paw.y = -(l.paw.y);
l.pakh.y = -(l.pakh.y);
}

}

float panjanggaris(garis l)
/* menghitung panjang garis l */
{
float selishx,selisihy,temp;
selisihx = (l.pakh.x)-(l.paw.x);
selisihy = l.pakh.y-l.paw.y;
selisihx = selisihx*selisihx;
selisihy = selisihy*selisihy;
temp = selisihx +  selisihy;
temp = sqrt(temp);
return temp;
}

float arahgaris(garis l)
/* menghitung arah dari garis l*/
/* yaitu sudut yang dibentuk dengan sumbu x */
{

}

float sudutgaris(garis l)
/* menghasilkan sudut perpotongan antara l dengan l */
/* precondition : l tidak sejajar dg l dan tidak berimpit dg l */
{

}

void gesergaris(garis *l,int deltax,int deltay)
/*I.S : l terdefinisi */
/*F.S : l digeser sebesar deltax dan ordinatnya sebesar delta y*/
/*paw dan pakh digeser*/
{
(*l).paw.x = (*l).paw.x + deltax;
(*l).paw.y = (*l).paw.y + deltay;
(*l).pakh.x = (*l).pakh.x + deltax;
(*l).pakh.y = (*l).pakh.y + deltay;
}

void mirrorgaris(garis *l,boolean sbx,boolean sby)
/* I.S : l terdefinisi */
/* F.S : l dicerminkan tergantung nilai sbx atau sby */
/* jika sbx true maka dicerminkan thd sumbu x */
/* jika sby true maka dicerminkan thd sumbu y */
{
if (sbx == true) {
(*l).paw.x = -((*l).paw.x);
(*l).pakh.x = -((*l).pakh.x)
}
else if (sby == true) {
(*l).paw.y = -((*l).paw.y);
(*l).pakh.y = -((*l).pakh.y);
}
}

void g_putar(garis *l,float sudut)
/* I.S : l terdefinisi */
/* F.S : l diputar sebesar sudut derajat : paw dan pakh diputar */
{

}

05
Oct
10

Tugas Individu – ADT Point

/* file        : point.cpp */
/* ADT point           */

#include <stdio.h>
#include “POINT.h”
#include “BOOLEAN.h”

/* definisi prototipe primitif */
/*** konstruktor membentuk point ***/
point makepoint(int x,int y)
/* membentuk sebuah point dari komponen-komponennya */
{
point temp;
temp.x = x;
temp.y = y;
return temp;
}

/*** selektor point ***/
int getabsis (point p)
/* mengirimkan komponen absis dari p */
{
return p.x;
}

int getordinat(point p)
/* mengirimkan komponen ordinat dari p */
{
return p.y;
}

/*** destruktor/dealokator:tidak perlu ***/
/*** set nilai komponen point ***/
void setabsis(point *p,int newx)
/* men-set komponen absis dari p */
{
(*p).x = newx
}

void setordinat(point *p,int newy)
/* men-set komponen ordinat dari p */
{
(*p).y = newy
}

/* kelompok interaksi dengan I/O device, baca/tulis */
void bacapoint(point *p)
/* makepoint(x,y,p) membentuk p dari x dan y yang dibaca */
{
scanf(“%d,%d”,&(*p).x,&(*p).y );

}

void tulispoint(point p)
/* nilai p ditulis ke layar dg format (X,Y) */
{
printf (“nilai p adalah: (%d,%d)”, p.x, p.y);
}

/* kelompok operasi aritmatika terhadap byte */
point pluspoint(point p1,point p2)
/* menghasilkan salinan p yang berisi p1+p2 */
/* melakukan operasi penjumlahan vektor */
{
point temp;
temp.x = p1.x + p2.x;
temp.y = p1.y + p2.y
return temp;
}

point minuspoint(point p1,point p2)
/* menghasilkan p1-p2 */
{
point temp;
temp.x = p1.x – p2.x;
temp.y = p1.y – p2.y

return temp;
}

/*** kelompok operasi relasional terhadap point ***/
boolean EQ(point p1,point p2)
/* mengirimkan true jika p1=p2 */
{
boolean cek;
if ((p1.x == p2.x) && (p1.y == p2.y))
{cek = true;}
else
{cek = false;}
return cek;    }

boolean NEQ(point p1,point p2)
/* mengirimkan true jika p1 tidak sama dengan p2 */
{
boolean cek;
if ((p1.x != p2.x) && (p1.y != p2.y))
{cek = true;}
else
{cek = false;}
return cek;    }

boolean LT(point p1,point p2)
/* mengirimkan true jika p1<p2 */
/* definisi lebih kecil:lebih “kiri-bawah” dalam bidang kartesian */
{
boolean cek;
if ((p1.x <= p2.x) && (p1.y <= p2.y))
{cek = true;}
else
{cek = false;}
return cek;    }

boolean GT(point p1,point p2)
/* mengirimkan true jika p1>p2 */
/* definisi lebih besar:lebih “kanan-atas” dalam bidang kartesian */
{
boolean cek;
if ((p1.x >= p2.x) && (p1.y >= p2.y))
{cek = true;}
else
{cek = false;}
return cek;    }

/* kelompok menentukan dimana p berada */
boolean isorigin(point p)
/* menghasilkan true jika p adalah titik origin */
{
boolean cek;
if ((p1.x == 0) && (p1.y == 0))
{cek = true;}
else
{cek = false;}
return cek;
}

boolean isonsbx(point p)
/* menghasilkan true jika p terletak pada sumbu x */
{
boolean cek;
if (p1.y == 0)
{cek = true;}
else
{cek = false;}
return cek;
}

boolean isonsby(point p)
/* menghasilkan true jika p terletak pada sumbu y */
{
boolean cek;
if (p1.x == 0)
{cek = true;}
else
{cek = false;}
return cek;
}

int kuadran(point p)
/* menghasilkan kuadran dari p: 1,2,3,atau 4 */
/* precondition: p bukan titik origin dan p tdk terletak pd slh satu sumbu */
{
int kwad;
if ((p.x > 0) && (p.y > 0))
{
kwad = 1;
}
else if ((p.x < 0) && (p.y > 0))
{
kwad = 2;
}
else if ((p.x < 0)&& (p.y < 0))
{
kwad = 3;
}
else if ((p.x > 0) && (p.y < 0))
{
kwad = 4;
}

return kwad;
}

/* kelompok operasi lain terhadap type */
point nextx(point p)
/* mengirim salinan p dengan absis ditambah satu */
{
point temp;
temp.x = p.x + 1;
temp.y = p.y;
return temp;
}

point nexty(point p)
/* mengirim salinan p dengan ordinat ditambah satu */
{
point temp;
temp.x = p.x;
temp.y = p.y + 1;
return temp;
}

point plusdelta(point p,int deltax,int deltay)
/* mengirim salinan p yang absisnya = absis(p)+deltax dan */
/* ordinatnya = ordinat(p)+deltay */
{
point temp;
temp.x = p.x + deltax;
temp.y = p.y + deltay;
return temp;
}

point mirrorofpoint(point p,boolean sbx,boolean sby)
/* menghasilkan salinan p yang dicerminkan */
/* tergantung nilai sbx dan sby */
/* jika sbx bernilai true, maka dicerminkan terhadap sb x */
/* jika sby bernilai true, maka dicerminkan terhadap sb y */
{
if (sbx == true ) {
p.x = -(p.x);
p.y = p.y
}
else if ( sby == true ) {
p.x = p.x
p.y = -(p.y);
}
}

float jarak0(point p)
/* menghitung jarak p ke (0,0) */
{
float vekt;
p.x = p.x * p.x;
p.y = p.y * p.y;
vekt = p.x + p.y;
vekt = sqrt(vekt);
}

void geserpoint(point *p,int deltax,int deltay)
/*I.S : p terdefinisi */
/*F.S : p digeser sebesar deltax dan ordinatnya sebesar delta y*/
{
point temp;
temp.x = (*p).x + deltax;
temp.y = (*p).y + deltay;
return temp;

}

void geserpointkesbx(point *p)
/* I.S : p terdefinisi */
/* F.S : p di sumbu x dg absis = absis semula */
/* proses : tergeser ke sumbu x */
/* contoh : jika koordinat semula(9,9) menjadi (9,0)*/
{
point temp;
temp.x = 0;
temp.y = (*p).y;
return temp;
}

void geserpointkesby(point *p)
/* I.S : p terdefinisi */
/* F.S : p di sumbu y dg absis = absis semula */
/* proses : tergeser ke sumbu y */
/* contoh : jika koordinat semula(9,9) menjadi (0,9)*/
{
point temp;
temp.x = (*p).x;
temp.y = 0;
return temp;
}

void mirrorpoint(point *p,boolean sbx,boolean sby)
/* I.S : p terdefinisi */
/* F.S : p dicerminkan tergantung nilai sbx atau sby */
/* jika sbx true maka dicerminkan thd sumbu x */
/* jika sby true maka dicerminkan thd sumbu y */
{
if (sbx == true ) {
(*p).x = -((*p).x);
(*p).y = (*p).y
}
else if ( sby == true ) {
(*p).x = (*p).x
(*p).y = -((*p).y);
}
}

void putarpoint(point *p,float sudut)
/* I.S : p terdefinisi */
/* F.S : p diputar sebesar sudut derajat */
{

}

20
Sep
10

ADT Point

ADT point.h

#ifndef ADTPOINT_H
#define ADTPOINT_H

typedef struct {
int x,y;
} point;

point createPoint (int inX, int inY);
/*
I.S : inX dan inY bernilai integer
F.S : dikembalikan satu buah nilai point dengan X = inX, y = inY
*/

int printPoint (point P);
/*
I.S : P adalah variabel point yang sudah terdefinisi nilainya
F.S : dikembalikan akan dicetak di media output nilai dari P
*/

point translasiPoint (point P, int X, int Y);
/*
I.S : P adalah variabel point yang sudah terdefinisi nilainya
F.S : P yang sudah di translasikan terhadap X dan Y
*/
#endif

ADT point.cpp

#include <stdio.h>
#include “ADTpoint.h”

point createPoint (int inX, int inY){
point temp;
temp.x = inX;
temp.y = inY;
return temp;
}

int printPoint (point P){
//writeln (P.x , P.y)
printf (“Nilai xsafsf: %d, nilai y: %d”, P.x, P.y);
return 0;
}

point translasiPoint (point P, int X, int Y){
point temp;
temp.x = P.x + X;
temp.y = P.y + Y;
return temp;
}

main ADT  point.cpp

#include <stdio.h>
#include <ios>
#include “ADTpoint.h”

int main() {
point VarP;
VarP = createPoint (145,100);
printPoint (VarP);
system (“pause”);
point translasi;
translasi = translasiPoint (VarP,55,100);
printPoint (translasi);

system (“pause”);

return 0;
}




My Photo

Ac Milan

August 2017
M T W T F S S
« Jun    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Islamic Calendar

Categories

Archives

Blog Stats

  • 5,190 hits

My Playlist

My Twitter

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

My Yahoo Messenger

Top Rated